Usaha Online

Kupas Tuntas Peluang Bisnis Internet

Standar Ganda ala Kapitalis Google

capitalism large Standar Ganda ala Kapitalis GoogleBaru-baru ini Adwords mengubah kebijakannya terkait iklan alcohol. Google mengizinkan “Alcohol ads” untuk target US Market. Tidakkah anda merasakan kejanggalan dengan kebijakan Google ini?

Bisa jadi, Google akan beralibi bahwa alcohol untuk masyarakat Amerika bukan lagi hal yang dianggap tabu atau dilarang dikonsumsi seperti di Indonesia, misalnya. Tapi bagi saya, kebijakan Google ini lebih kepada pertimbangan pasar. Ketika pasar sudah berbicara, maka yang berkuasa maka capital, dan capital=modal. Artinya, selama itu dianggap memberikan keuntungan, akan dilakukan oleh Google.

Selain kebijakan baru Google terkait iklan alcohol ini, sebenarnya masih ada kebijakan lain yang ambigu.

This fall, we changed our policy around beer, for the first time allowing advertisements of its sale in the U.S. via AdWords. And starting today, in response to advertiser feedback we’ve received over the years, we’ll permit the advertisement of hard alcohol and liqueurs that target the U.S.

To comply with the updated hard alcohol and liqueurs policy, advertisers must promote the information about hard alcohol and liqueurs that their websites contain, such as recipes and brand messages. Ads that directly promote the sale of hard alcohol and liqueurs are still not permissible through our program. In contrast, advertisements for beer may directly promote its sale.

For example, under the hard alcohol and liqueurs policy, you might market to individuals searching for helpful and relevant alcohol-related information by promoting holiday cocktail ideas or the caloric content of popular spiked beverages. Under the beer policy, you might state a specific sales promotion for a great winter ale.

Hard alcohol and beer manufacturers can now take advantage of online holiday traffic and initiate campaigns that appeal to their target audiences. [source]

Google di satu sisi melarang publisher memuat konten yang menyangkut “pornografi”, tapi di sisi lain banyak dijumpai iklan di adword dari situs “porno”. Google jelas tak memikirkan nasib pemburu dollar situs porno, tapi dia mau menampung pemodal situs porno yang mau beriklan. Wajar saja, tingkat konsumsi konten-konten berbau porno memang memiliki rating tinggi, termasuk di Indonesia. Salah satu seleb porno terpopuler adalah Maria Ozawa dan Cah Jogja penggemar fanatik Ozawa , kekekek….

Google membenci paid review/link dengan melakukan pengurangan page rank terhadap situs yang memuat paid link/review karena banyaknya situs yang “bermasalah”, sementara dia menerima iklan dari situs parking yang jelas-jelas keberadaannya hanya untuk mendapatkan penghasilan dari “jebakan” pengunjung yang salah mengetik nama domain lalu mengklik satu persatu link-link iklan di situs parking. Apalagi Google sudah mulai terang-terangan melakukan ekspansi ke lahan parkiran dengan Adsense for Domain.

Google bisa saja akan beralibi lagi, bahwa kebijakan Adword dan Adsense berbeda. Tapi apakah Adwords dan Adsense itu milik Google? Dan soal milik Google, blog di blogspot, menurut amatan saya PR-nya lebih cepat ketimbang di tempat lain, bahkan yang dihosting sendiri dengan domain sendiri.

Apa artinya, Google akan melindungi usaha-usaha yang masih berada dalam jaringannya, dan dia akan menyerang saingan usahanya. Pun, saingan Google, akan menyerang Google. Jika blog di wordpress akan sangat mudah mendapatkan indeks dari search engine macam Yahoo, maka blog di blogspot paling banter akan nangkring di Google [baca: Wordpress atau Blogspot]. Yahoo dan Google pun ternyata ada perang dingin. Google dan para broker paid link/paid review, juga sama.

Lagi-lagi selama bisa menghasilkan, maka cara apapun akan ditempuh. Tos-tus-dan ketus, cuma biar kelihatan “keren” saja biar advertiser mau pasang iklan.

Jadi, kalau pada akhirnya banyak bermunculan konten yang cuma untuk mendapatkan recehan dari adsense, dan spam-spam conten di internet, itu juga akibat ulah dari Google yang ternyata melakukan standar ganda, seperti Amerika yang melakukan standar ganda di negara-negara dunia ketiga seperti indonesia. Kita, rakyat kecil, publisher kecil-kecilan, sadar atau tidak telah terhegomoni kekuasaan Google. Di satu sisi kita telah mendapatkan penghasilan dari Google meski masih terhitung kecil, di lain pihak sadar atau tidak, Google telah mengendalikan pasar.

Kesimpulannya, nakal-nakal sedikit alias ngakalin Google tak ada salahnya. Tentu saja, untuk mengakali Google, anda harus lebih pintar dari Google, agar akal-mengakali anda tidak ketahuan, hehehe…..

post-script
Gambar dicomot tanpa izin dari blog ini. Ilustrasi itu saya ambil karena saya nilai pas menggambarkan bagaimana Google mengebiri para publishernya. Siapa tuh yang dikencingi Om Google? Kalau saya, karena Om Google lebih besar, daripada dikencingi Om Google, mending saya kencingi saja kakinya, wekekekkk

Tagged as: ,

temukan tips bisnis internet lainnya dari situs ini

3 Comments

  1. Mudah-mudahan kita cepat terbebas dari belenggu kapitalisme :wink:

    Reply

  2. saya setuju dengan standard ganda guugel; tapi apa mau dikata; wong kapitalisme memang sudah menggurita. salam kenal

    Reply

  3. Aku baru aja dikencingi Google :( salah satu blogku PR nya turun dari PR3 jadi PR0. Pengen banget tuch kencingin Google, ikutan ah kencingin kakinya Om Google. :grin:

    Reply

Leave a Response

Blogging Blogs - BlogCatalog Blog Directory Business Business blogs blogarama - the blog directory blog-indonesia.com Blogger Forum: About Blogging for Bloggers Back Link Site