Empat Mata Diskorsing: Tukul Jadi Tumbal, Tukul Diselamatkan
Empat Mata diskorsing KPI karena melanggar UU Penyiaran atau ada konspirasi?
Terhitung sejak Selasa (4/11) malam, Empat Mata tidak ditayangkan lagi. Tontonan yang melambungkan nama Tukul Arwana ini diskorsing oleh KPI hingga 3 Desember 2008. Untuk sementara waktu, Empat Mata kini berganti nama Tanda Mata dengan hostnya Didin dan Parto. Sebagai pengisi sela waktu skorsing, Tanda Mata, tak banyak menampilkan hal yang baru. Nuansa Empat Mata masih sangat kental. Hanya Tukul Arwana saja yang hilang.
Ditutupnya Empat Mata ini sebagai buntut penayangan seorang bintang tamu (Lina) yang memakan “kodok” secara hidup-hidup dalam episode 29 Oktober 2008, bersamaan diundangnya Sumanto (mantan) pemakan mayat manusia itu.
Menurut KPI, Empat Mata telah melanggar pasal 28 ayat 3 dan 4 dan pasal 36 UU Penyiaran. Selain menampilkan bintang tamu yang memakan kodok itu, juga mengundang Sumanto (yang menurut KPI masih belum waras) sebagai narasumber. Tukul lepas kontrol dengan menanyakan kepada Sumanto, bagaimana rasanya memakan mayat. Celakanya, sementara Tukul memperolok Sumanto, penonton menikmatinya.
Baiklah jika itu alasan yang dipakai KPI untuk menutup sementara Empat Mata. Tapi bolehlah saya mengajukan dua pertanyaan sebagai berikut:
- Benarkah tayangan yang “konyol” itu hanya terjadi di Empat Mata?
- Benarkah baru kali ini Empat Mata menampilkan tanyangan yang konyol seperti episode yang menampilkan Sumanto dan pemakan kodok? KPI kabarnya sudah memberikan peringatan 3 kali, tapi karena masih tetap melanggar, akhirnya diskorsing? Masak baru 3 kali? Kalau mau ketat, pastinya lebih dari 3 kali Empat Mata harus diberikan peringatan?
Dengan memberikan skorsing kepada Empat Mata yang sudah kelewatan itu, memang di satu sisi menunjukkan ketegasan sikap KPI dalam membela hak pemirsa. Tapi dengan dua pertanyaan itu, penjatuhan skorsing kepada Empat Mata dicurigai ada konspirasi.
Konspirasi apa itu?
1. Mengurai Titik Jenuh
Seperti yang sudah banyak diramalkan para pemerhati, dan saya kira anda sekalian juga merasakannya bahwa Empat Mata makin tidak kreatif dan sepertinya sudah kehabisan akal untuk memermak Tukul. Tukul mengulang-ngulang gaya-gaya, ungkapan-ungkapan yang itu-itu saja. Beberapa kali “kebodohan” Tukul yang ingin ditunjukkan sebagai bahan tertawaan ternyata malah menunjukkan “kebodohan” yang tidak lucu.
Nah, dengan asumsi itu (bisa juga salah loh, namanya saja asumsi), ditutupnya Empat Mata selama 1 bulan ini untuk mencari format baru Empat Mata. Atau bisa juga untuk mengetahui feedback dari pemirsa, bagaimana responnya jika ditutup. Bagaimana sih para fans jika Tukul tak tampil lagi? Oh ternyata mereka kehilangan juga?
Jika benar ditutupnya sementara lantaran untuk mengurai titik jenuh itu, yang dikorbankan sebenarnya bukan Tukul yang mungkin dikira oleh para fansnya. Tapi bintang tamu itu, Sumanto dan mbak pemakan kodok itu, yang dijadikan kambing hitam skorsing. Tukul justru diselamatkan dari titik jenuh yang sepertinya ingin sedang dipecahkan oleh tim kreatif Empat Mata.
2. Ketimpangan Pembagian Honor
Pihak manajemen Trans 7 dan Empat Mata sengaja ingin membuang Tukul. Bisa jadi ini karena gaji Tukul yang kelewat besar, sehingga meruncingkan kesemburuan kawan-kawannya yang lain, atau manajemen sudah tak bisa membayar Tukul lagi (who knows?). Jika benar, yang dikorbankan adalah si katrok Tukul Bandeng Juwana itu.
Ada tidaknya konspirasi, memang hanya pihak manajemen Trans 7 dan Tim Empat Mata yang tahu. Tak penting juga, bagi saya, untuk melakukan klarifikasi. Ini hanya gremengan saja, ya sedikit berwacana.
Menurut saya, sebaiknya Empat Mata ditutup saja. Penggemar militan Tukul masih akan tetap ada. Makanya, carikan acara baru dengan format yang lebih segar. Skorsing ini adalah momen yang bagus untuk menutup Empat Mata (setidaknya jika belum ditemukan formalasi untuk mempertahankannya) karena tim kreatif punya alasan bahwa Empat Mata ditutup bukan karena ratingnya yang terus menurun dan tak diminati lagi, tapi karena diskorsing, atau lebih kerennya DIBREDEL (kayak Majalah Tempo di era Orde Baru) akan memunculkan militan-militan baru…hahaha….
Bagaimana menurut anda?
mau bisnis internet yang menghasilkan? ikuti peluang bisnis internet paid review. ikuti panduanya di blog ini, baca artikel paid review gratis atau peluang bisnis internet lainnya.
are you indonesian internet marketer and using paypal for your online payment? don't miss the most reputable paypal information for indonesian paypal user only at indonesian paypal blog. visit www.paypalindonesia.net



























7 Comments on “Empat Mata Diskorsing: Tukul Jadi Tumbal, Tukul Diselamatkan”
Saya tidak terlalu sering mengikuti acara empat mata. Disamping acaranya terlalu larut (utk wilayah timur indonesia), juga sudah mulai membosankan. Utk lucu-lucuan sih emang asik tapi sama aja nonton lawak biasa yg mana udah menjamur banget di TV saat ini. So, mau ditutup, mau enggak, tidak berpengaruh ke saya. Tapi satu yg perlu diakuin, gaya tukul emang lucu abis. Biar mukenya bego gitu, tapi otaknya cukup lancar juga dibandingin pelawak2 lain spt jojon dan gogon. Satu lagi ‘extravaganza’ juga udah mulai membosankan kok. Terlalu sering.
ngeri juga
lho?? kasian si tukul..
numpang tenar ya
http://uang-kerja-untuk-anda.blogspot.com/
sayang amat,tukul ga tampil lagi…!!! saya jadi males nonton trans 7.lbh nonton acara lain…!!trans 7 maju karna tukul.
setiap hari saya nonton tukul..tukul itu bikin anak muda jaman sekarang ga keluar malam,karna cuma pngen liat dia(tukul) dia bisa bikin ketawa…
ah..payah nie org - org KPI or trans 7
ga ada konspirasi’a……
payah……………………………………….!!!!
Udah waktunya Tukul tersingkir dari jagad entertainment indonesia, berikan kesempatan untuk generasi lawak yang baru. walau bagaimanapun juga selamat ya untuk anda mas Tukul anda sudah kaya!!!
tapi jadi kangen jg sama mas tukul…
udah bosen juga sih dengan acara empat mata.