Bisnis Tanpa Produk, kok bisa?
Posted by mamase on Dec 29, 2007 in Usaha Online • 5 commentsSaya akan sharing mengenai pengalaman saya pertama kali terjun dalam bisnis internet. Berawal dari sebuah email yang entah nyasar atau emang disengaja dikirim ke saya. Yang isinya betapa membelalakkan kesadaran saya betapa ada mesin uang yang begitu mudah. Hanya dengan menyetor uang sekian puluh ribu, dalam waktu 4 minggu uang saya akan balik berlipat-lipat. Bila kurang beruntung, saya masih akan dapat sekian persennya, yang menurut saya jumlahnya masih lumayan menggiurkan. 800 Juta!
Sebenarnya saya tak begitu langsung percaya. Tapi karena penasaran, akhirnya saya gabung saja. Pikir saya waktu itu, kalau emang boongan, diikhlaskan saja. Saya jalankan bisnis itu sambil perlahan mempelajari sistem kerjanya. Saya baru menyadari untuk mendapatkan uang sebesar yang dijanjikan itu saya harus merekrut orang. Yang membuat saya bingung ketika ada member yang mau bergabung dan bertanya kepada saya. Benarkah saya akan dapat uang sebesar itu?
Kini saya sudah tak mengurusi bisnis itu lagi. Saya biarkan berjalan. Kalau ada yang tanya-tanya, ya saya biarkan. Kalau ada yang gabung, dengan sedikit rada menyalahkan, ya salahnya sendiri (egois juga ya…)
Sejujurnya saya merasa dilematis. Saya merasa melakukan penipuan. Saya telah membuat banyak orang bermimpi mendapatkan uang dengan begitu mudah. Dan entah sudah berapa banyak orang yang pada akhirnya kecewa setelah mengetahui cara kerja bisnis yang ternyata mengajak orang lain untuk bergabung tanpa tahu jelas apa itu produknya.
Saya kira teman-teman ada yang mengalami hal serupa. Atau justru kini tengah mengembangkan bisnis model beginian, dengan modus “jalan pintas menuju kebebasan finansial”, “Investasi menguntungkan” atau jualan ebook yang sebenarnya kita sendiri tak pernah tahu dan membuktikan sendiri kehandalan ebook itu. Dan celakanya turut memberikan testimoni-testimoni yang menyesatkan padahal boong-boongan. Saya sendiri masih menajalankannya secara terselubung 
Sayang, disaat internet masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar masyarakat kita, namun fasilitas mewah ini ternyata tak dimanfaatkan untuk keperluan yang positif.
Bisakah kita menghentikannya? Maukah kita? Bagaimana menurut teman-teman?
PS. Artikel ini kali pertama saya posting di forum Bisnismu. Saya edit seperlunya saja. Forum ini bagus untuk anda yang sedang atau akan menekuni bisnis internet. Ada beberapa member yang sudah establish di dunia bisnis internet yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan anda, atau sekadar sharing pengalaman.


Artikel Mantabs bos Pertamax
Ternyata pengalaman awal pebisnis online rata-rata sama saja
join sana sini cuma ikut-ikutan.. klo sekarang ngeri ah join yang gituan cuma ngerusak kredibilitas..
salam kenal bos, kayaknya kita senasib
Trims infonya yang memunculkan satu ide buat saya bagaimana cara memulai bisnis di internet, trims
@lukman: setahu saya, sponsoredreviews lebih longgar dalam menerima blog dibanding paid review yang lain. syarat utama, blog minimal sudah berumur 3 bulan. soal konten, mereka juga tak terlalu ketat, seperti payperpost dan smorty yang meminta konten original, atau paid review lainnya yang mengharuskan menggunakan bhs Inggris. di Sponsoredreview, konten copy paste, berbahasa Indonesia bisa diterima.
Coba tanyakan ke tim supportnya alasan menolak blog anda. Bisa saja terjadi kesalahan teknis. Atau jika anda punya blog lain, daftarkan blog anda yang lain. Setelah ada satu blog yang diaaprove, nanti anda bvisa menambah blog sebanyak mungkin, tanpa harus diapprove dulu lagi oleh admin. Tapi saya tak menyarankan anda menumpuk banyak blog di satu akun, karena ketika akun anda disuspend, anda tak punya lagi stok blog untuk ikutan sponsoredreviews.